Langsung ke konten utama

Pemeliharaan Panel Listrik

Standart operasional prosedur perawatan dan perbaikan panel listrik dan switch gear


Prosedur yang harus ditempuh sebelum melaksanakan pemeliharaan panel distribusi
daya dan panel kontrol adalah:
1) Lapor ke instansi terkait, PLN bagian distribusi.
2) Menginformasikan pada pimpinan Industri dan pada konsumen yang
bersangkutan
3) Siapkan tulisan/petunjuk/informasi umum yang diperlukan
4) Siapkan peralatan yang diperlukan
5) Fahami langkah kerja dan K3 yang berkaitan dengan panel
Sop panel listrik
Ø  Overhole (perawatan)
Dari pengaman yang kapasitasnya terkecil ke pengaman yang kapasitasnya terbesar yakni: SSDP (Sub-Sub Distribution Panel) ® SDP (Sub Distribution Panel) ® panel APP (Alat Pelindung dan Peukur) ® panel induk.
Ø  Comitioning ( pengoperasian )
Saat pengoperasian panel distribusi maka kita harus memulai dari pengaman yang kapasitasnya terbesar menuju ke yang terkecil. Yakni: panel induk ® panel APP (Alat Pelindung dan Peukur) ® SDP (Sub Distribution Panel) ® SSDP (Sub-Sub Distribution Panel)
Sop switch gear
Overhole pada sisi outgoing
  1. CB (circuit breker dioffkan terlebih dahulu,karena bekerja dalam keadaan ada beban).
  2. DS (disconnecting switch) dioffkan secara interlock ES akan on sehingga tegangan yang tersisa akan terbuang ketanah.
  3. Perbaikan dan perawatan dapat dilakukan.
Overhole pada sisi matering
  1. Pada sisi outgoing harus dalam kondisi off kemudian
  2. DS pada sisi matering di offkan
  3. ES pada metering akan On
  4. Perbaikan dan perawatan dapat dilakukan.
Overhole pada sisi incoming
  1. Pada sisi outgoing dan matering harus dalam kondisi off kemudian
  2. DS pada sisi matering di offkan
  3. ES pada metering akan On
  4. Perbaikan dan perawatan dapat dilakukan.

Prosedur k3
Dalam melakukan perawatan dan perbaikan pada panel listrik dan switch gear maka perlu diperhatikan keselamatan dan kesehatan kerjanya yang meliputi:
  1. Diri sendiri.
K3 diri sendiri berarti orang yang melaksanakan pekerjaan harus memperhatikan dan menggunakan alat-alat pelindung diri.contohnya :
a.       Memakai baju pengaman / baju kerja
b.      Memakai Sarung tangan karet,dll
  1. Orang lain.
Pada saat melakukan pekerjaan harus diperhatikan pula keselamatan orang lain salah satu contohnya yaitu
a.       Memberi tanda atau peringatan
b.      Menempatkan barang-barang yang jauh dari jangkauan orang lain.
  1. Peralatan kerja.
Peralatan yang digunakan harus sesuai dengan apa yang seharusnya menjadi tugas dari peralatan tersebut.
  1.  Lingkungan .
kegiatan pemeliharaan
Ada empat jenis pemeliharaan yaitu:
a)      Predective Maintenance adalah pemeliharaan yang dilakukan dengan cara mempredeksi kondisi suatu peralatan listrik.
b)      Preventive Maintenance adalah pemeliharaan yang dilakukan untuk mencegah terjadinya peralatan secara tiba-tiba dan untuk memeper-tahankan untuk kerja peralatan yang optmum sesuai umur teknis peralatannya.
c)      Corrective Maintenance adalah pemeliharaan yang dilakukan secara berencana pada waktu-waktu tertentu
d)     Breakdown Maintenance adalah pemeliharaan yang dilaksanakan setelah terjadi kerusakan mendadak yang waktunya tidak tertentu dan sifatnya darurat.
Pemeliharaan cubicle 20 kv dapat dibedakan menjadi 4 macam,yaitu:
  1. Pemeliharaan rutin
  2. Pemeliharaan korektif
  3. Pemeliharaan prediktif
  4. Pemeliharaan darurat (emergency)
1)      Pemeliharaan rutin
  1. Harian (inpeksi)
Faktor berikut ini yang akan mempengaruhi keputusan kapan untuk inspeksi:
1). Skedul shutdown (turn around).
2). Emergency Shutdown
3). Kondisi tidak normal atau tidak biasa.
4). Terjadi gangguan pada penyulang atau bus.
5). Kondisi atmosfir yang ekstrim seperti: panas, dingin, heavy cold, rain, snow high wind, fog, smog, salt spray, high humidity, perubahan temperatur yang tidak biasa dan lain-lain.
6). Persyaratan dan jadwal pemeliharaan.
Inspeksi sebagian mungkin saja dilakukan jika bagian lain tidak diperbolehkan untuk tidak beroperasi.
  1. Mingguan yaitu Pemeliharaan berupa monitoring keadaan panel ataupun switch gear yang dilakukan oleh petugas patroli  setiap Mingguan serta dilaksanakan dalam keadaan operasi.
  2. Bulanan (kondisi operasi)
  3. Enam bulanan /semesteran ( kondisi padam )
  4. Tahunan adalah pemeliharaan yang berupa Pengukuran dan pengujian untuk Kompnen panel dan switch gear dan dilakukan oleh petugas Pemeliharaan setiap tahun dan dilaksanakan dalam keadaan Padam
2)      Pemeliharaan korektif
  1. Pemeliharaan terminal
  2. Mengatasi suara getaran akibat korona
  3. Pengecekan partial discharge kabel daya
  4. Mengganti minyak PMT
  5. Penggantian/menambah gas SF6
  6. Pengukuran keserempakan kontak PMT
3)      Pemeliharaan prediktif
Pemeliharaan prediktif yang dilakukan antara lain:
  1. Pengukuran partal discharge yaitu pengukuran tingkat kebocoran isolasi pada permukaan terminasi pada kabel daya jika terlalu tinggi dapat mengakibatkan kerusakan isolasi.
  2. Pengukuran titik panas dengan infra red thermovision , dimaksudkan untuk memonitor suhu pada sambungan atau klem – klem peralatan jika terlalu tinggi (overheathing) akan merudak peralatan.
4)      Pemeliharaan darurat (emergency)
Pemeliharaan ini hanya dilakukan pada saat terjadi suatu problem/masalah tertentu dan bersifat mendadak saja.
Menerapkan data hasil survey dalam kegiatan di sekolah
Setelah melakukan survey kita dapat mempelajari dan menerapkanya dalam kegiatan pelajaran di sekolah seperti:
Pada saat pengambilan data survey kita mengamati dan member kesimpulan tentang fungsi kontaktor yang upnormal karena sudah sering dipakai sehingga kontaktor tersebut sudah berdebu didalamnya sehingga kontak – kontak kontaktor tidak menghubungkan aliran arus listrik dengan sempurna maka kita membongkar kontaktor tersebut dengan tujuan membersihkan bagian dalamnya.
Pada kegiatan belajar disekolah kita menemukan kondisi kontaktor yang sama pada kondisi seperti diatas maka kita sudah bisa menebak tempat permasalahan kontaktor tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SOP

Standard Operating Prosedure By Abi Royen 6:27:00 PM arsip , teknik Standard Operating Prosedure    Mengacu pada standard pelaksanaa pekerjaan dan sebagai bahan rujukan untuk perawatan mekanikal dan elektrikal gedung di Gedung dalam masa pemakaian gedung tentunya akan muncul masalah masalah teknis yang terjadi karena banyak faktor yang tidak lepas dari kualitas pekerjaan pemasangan dan kualitas bahan / material sendiri.    Sebagai landasan / pedoman perawatan Instalasi Mekanikal dan Eletrikal di Gedung. Penting akan adanya Standard Operating Prosedure ( SOP ) yang di himpun dengan penyesuaian keadaan lapangan/ gedung dengan berdasar pada sistem pemasangan awal.    Tujuan , Ruang Lingkup , Deskripsi dan elemen, kami paparkan pada tiap Sub pekerjaan.   Dalam masa pemakaian gedung tentunya akan muncul masalah masalah teknis yang terjadi karena banyak faktor yang tidak lepas dari kualitas peke...

Cara Membuat Blog

Membuat Blog Itu Mudah Pada Lensa ini Anda akan dipandu membuat blog dari blogger.com. Anda akan mampu membuat blog tanpa perlu berdiri terlebih dulu dari kursi Anda saat ini, karena sangat mudahnya. Contents at a Glance Langkah 1: Daftar Google Langkah 2: Daftar Blog Langkah 3: Membuat Blog Langkah ke 4 Blog Template Belajar Membuat Blog Selesai Download Nge Blog Dapat Duit! more... Contents at a Glance Langkah 1: Daftar Google Langkah 2: Daftar Blog Langkah 3: Membuat Blog Langkah ke 4 Blog Template Belajar Membuat Blog Selesai Download Nge Blog Dapat Duit! Bahasan Lain Tentang Blog Link less... Explore related pages Free Wordpress Themes By Icy Word Press Blogs - How to customize and add themes, plugins and optimize your blog Wordpress Goldmine Download AmberGreen Free Wordpress ...

Pph 21

Cara Mudah Menghitung Pajak Penghasilan (PPh 21) Pajak ibarat maut, yaitu pasti datang kepada kita (kalau tidak sekarang, mungkin esok) dan menakutkan. Mengapa menakutkan? Karena kesalahan apapun yang kita lakukan terkait pajak akan berdampak pada denda. Kesalahan menghitung kena denda, keterlambatan menyetor pajak kena denda dan keterlambatan melaporkan penyetoran pajak pun kena denda (denda : 2% per bulan keterlambatan). Perubahan paradigma Kantor Pajak dari Official Assesment menjadi Self assessment turut merubah namanya dari Inspektorat Pajak menjadi Kantor Pelayanan Pajak (KPP), yang juga membuat kita sebagai wajib pajak berubah untuk aktif melakukan penghitungan, penyetoran dan pelaporan pajak secara mandiri ke KPP setempat. Dari beberapa jenis pajak yang dikenakan pada wajib pajak, Pajak Penghasilan Pasal 21 atau lebih dikenal dengan PPh 21 merupakan jenis pajak yang paling popular (selain Pajak Pertambahan Nilai/PPN). PPh 21 merupakan penghitungan dan pemotong...